Skip to main content

KHUTBAH JUMAT: PADANG MAHSYAR

 KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي خَلَقَ الْإِنْسَانَ وَجَعَلَ لَهُ أَجَلًا مُسَمًّى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الْمَبْعُوثُ بَشِيرًا وَنَذِيرًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللهُ Tَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
Jemaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Takwa yang sebenar-benarnya, yaitu dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan kita, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.
Hari ini, mari kita sejenak menundukkan hati, merenungkan satu fase perjalanan panjang akhirat yang pasti akan kita lalui setelah dibangkitkan dari kubur, yaitu: Padang Mahsyar.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan permulaan hari pengumpulan tersebut dalam Al-Qur'an:
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
"(Yaitu) pada hari (kiamat) ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka (manusia) berkumpul di hadapan Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa." (QS. Ibrahim: 48).
Jemaah yang Dirahmati Allah,
Bagaimanakah rupa bumi Mahsyar tempat kita berkumpul kelak? Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberikan gambaran yang sangat jelas dalam sebuah hadis sahih:
يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ نَقِيٍّ لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ
"Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat di atas bumi yang putih kemerah-merahan, seperti roti putih yang bersih, tidak ada tanda bagi siapapun (untuk berteduh/bersembunyi) di atasnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Di sanalah triliunan manusia dari zaman Nabi Adam hingga manusia terakhir dikumpulkan menjadi satu. Tidak ada alas kaki, tidak ada pakaian selembar pun yang melekat, dan mereka belum dikhitan. Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha bertanya apakah mereka tidak saling melihat satu sama lain karena telanjang, Rasulullah menjawab dengan menyitir firman Allah:
لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ
"Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya." (QS. 'Abasa: 37).
Jemaah yang Dirahmati Allah,
Penderitaan di Padang Mahsyar semakin memuncak ketika matahari didekatkan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُونَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيلٍ، فَيَكُونُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ
"Matahari akan didekatkan kepada makhluk pada hari kiamat hingga jaraknya hanya satu mil dari mereka, maka manusia akan tergenang dalam keringat mereka sesuai dengan kadar amalan mereka." (HR. Muslim).
Bagi orang-orang kafir dan pelaku maksiat, hari itu terasa sangat panjang dan menyiksa. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Dalam sehari yang kadarnya (lamanya) lima puluh ribu tahun." (QS. Al-Ma'arij: 4).
Namun, di tengah lautan manusia yang menderita itu, ada golongan yang tersenyum bahagia. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan Naungan 'Arsy Allah, di hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ...
"Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (di antaranya) pemimpin yang adil, dan pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jemaah yang Dirahmati Allah,
Sebelum kaki kita melangkah meninggalkan Padang Mahsyar, kita tidak akan bisa bergeser satu baris pun sebelum menjawab 4 pertanyaan kunci. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنِ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ
"Tidak akan bergeser dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang ilmunya apa yang telah diamalkan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakan." (HR. At-Tirmidzi).
Maka, mumpung napas masih dikandung badan, marilah kita persiapkan jawaban terbaik untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan meningkatkan amal saleh kita.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.

KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّ互 عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.
Jemaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Sebagai penutup khutbah ini, mari kita camkan bahwa seluruh perbuatan kita di dunia ini akan ditampakkan secara transparan tanpa ada yang tersembunyi. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan dalam Al-Qur'an:
*يَوْمَئِذٍ تَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَل مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ
"Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula." (QS. Az-Zalzalah: 6-8).
Mari kita berdoa kepada Allah agar menyelamatkan kita dari huru-hara Mahsyar dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba yang mendapatkan naungan-Nya.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اَللَّهُمَّ حَاسِبْنَا حِسَابًا يَسِيرًا، اَللَّهُمَّ أَظِلَّنَا تَحْتَ ظِلِّ عَرْشِكَ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّكَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ.

Comments

Popular posts from this blog

Refleksi Guru 25 November 2025

Catatan Opini Pribadi tentang Realitas dan Harapan Pendidikan Indonesia Qorinul Choir Al-Farisy, M.Pd.  (Guru Sekolah Dasar di Daerah Pinggiran Kota)  Setiap tanggal 25 November, saya selalu berhenti sejenak dari rutinitas mengajar untuk merenung. Hari Guru bukan hanya perayaan atau seremoni, tetapi juga panggilan bagi kita, para pendidik, untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui. Tahun 2025 ini, saya kembali bertanya pada diri sendiri: “Bagaimana sebenarnya kondisi guru di Indonesia hari ini?” Pertanyaan itu terus menggema di kepala saya, sebab di balik cerita-cerita indah tentang guru inspiratif, penghargaan, dan karangan bunga dari murid-murid, masih ada realitas yang mengusik batin saya: pendidikan Indonesia masih menyimpan banyak masalah, dan satu di antaranya yang paling terasa adalah kesejahteraan guru yang belum juga memadai . Catatan refleksi ini saya tulis bukan sekadar curahan hati, tetapi juga cermin dari pengalaman saya dan rekan-rekan guru ya...

Tugas PJOK Kelas 7

B. Jawablah soal-soal berikut dengan benar ! 1. Persiapan apa saja yang harus dilakukan sebelum melakukan penjelajahan di alam bebas ? 2. Sebutkan hal-hal yang harus ditentukan dalam rencana penjelajahan ! 3. Apa saja yang termasuk dalam perlengkapan dasar ? 4. Terangkan dengan jelas yang dimaksud dengan perlengkapan teknis dan sebutkan contohnya ! 5. Jelaskan jenis-jenis makanan yang sebaiknya dibawa saat melakukan penjelajahan di alam bebas ! Note: Tulis jawaban di kolom komentar dengan menuliskan nama lengkap dan kelas. JAWABAN DILARANG SAMA PERSIS. Selamat mengerjakan.. 😄

Tugas PJOK Kelas 8

A. Pilihlah jawaban yang benar! 1. Berikut ini merupakan tujuan senam irama, kecuali .... a. mempertahankan kesegaran jasmani b. mengembangkan kesegaran jasmani c. meningkatkan kesegaran jasmani d. memulihkan kesegaran jasmani 2. Kategori seni yang tidak memengaruhi perkembangan senam irama, yaitu .... a. seni musik b. seni rupa c. seni panggung d. seni rupa 3. Karya J.J. Dalcroze yang berhubungan dengan senam irama adalah .... a. rythme b. rhytem c. rhytmic d. rhytmiqu 4. Otot yang dilatih pada gerak langkah kaki, ayunan lengan, dan lenting badan ke belakang adalah .... a. otot perut b. otot paha c. otot kaki d. otot punggung 5. J.J Dalcroze yang menjadi pemprakarsa berkembangnya senam irama adalah seorang .... a. guru sandiwara b. guru musik c. guru vokal d. guru tari 6. Senam mulai ada di Indonesia sejak tahun .... a. 1908 b. 1910 c. 1912 d. 1914 7. Pada tahun 1961, metode senam yang digunakan di ...